Saturday Report : Java Rockinland Day 2

Kenapa yaa, kalo saya nonton gigs kok kebetulan selalu hari sabtu???

Kalo ditanya kapan saya pertama kali lihat penampilan artis internasional? ya sabtu 23 Juli 2011 itu di Java Rockingland Pantai Karnaval Ancol. Karena keterbatasan waktu saya cuman membeli ticket one day pass, berangkat naik kereta bersama teman saya “adnan” dari Semarang jam 8 pagi, sampe di Senen jam 3 sore, habis nyampe.. mampir dulu ke kosan adeknya si adnan buat istirahat dulu, baru kemudian berangkat…..

Bermodal GPS di hape (sok gaya,kuota pulsa mepet) dan tanya-tanya supir bajaj, akhirnya nyampe juga di Ancol. Begitu sampe langsung deh masuk ke venue liat-iat stage sambil membaca “Buku pedoman Java Rockingland 2011”, sumpahh bingung abiss nyari stage satu per satu, pertama nemuin main stagenya yang lagi performing GodBless, bapak bapak dan opa-opa ini masih semangat benget mainnya, skillnya masih dapat dipertanggung jawabkan lah, bahkan jauh lebih hebat , paling saya suka permainan gitarnya om Ian Antono, sound gitarnya meraung raung istilahnya.

Gobless you godbless

Baru beberapa lagu menyaksikan God Bless, kami pun pindah stage, pengennya nonton band-band jarang kami tonton live-nya, kami menuju Propaganda stage, awalnya sih saya pengen banget liat “Sarasvati” , pengen liat Risa (ex homogenic) bersolo karir kek gimana, tapi gara-gara kelamaan muter-muter nyari stage, jadinya ketinggalan (sumpah masih kebingungan nyari stage, maklum malam pertama). sempet ngeliat juga penampilan band hardcore “X shibuya” ,sampai akhirnya tiba di Propaganda stage, udah ketemu dengan “The Milo”.

The Milo yang mengademkan suasana

Dari Kuliah udah seneng The milo, tapi gak tau kenapa setelah beberapa lama akhirnya nggak ngikutin perkembangannya lagi, ketutup sama band-band lain, tapi akhirnya saya bisa lihat livenya, dari dulu penasaran banget live nya seperti apa, intro lagu yang masuk sangat post-rock sekali terdengar, lagu seperti “langit seharusnya biru, daun dan ranting menuju surga, romantic purple” dan lagu-lagu lainnya sukses meng-adem-kan hati saya. Crowd the milo ini banyak, namun kurang aktif sebenernya, sempet vokalisnya ngajakin semangat untuk jejingkrakan tapi masih saja penonton tetep adem, padahal kakinya pada joget di bawah…

Di venue sungguh laparnya bukan main, dengan maksud mencari makanan, mata kami jelalatan liat-liat booth plus para SPG dengan hot pants yang membikin semakin “kelaparan”. Sempat terkejut melihat harga makanan yang mahal nauzubilah.., cukup sih sebenarnya uang kita, cuman ga cocok aja harga segitu dengan penyajian (ngeles pelit), ,Nasi Rames 30Ribu!!!, Hot dog 35ribuu!!! itu belum minumnya yang 5ribuan, ya maklumlah event seperti ini pasti mahal sewa tempatnya , daann pilihan jatuh ke Mcd dengan harga yang lumayan rasional, Nasi, ayam plus minum teh kotak semua 20 ribu, alhamdulilah perut masih ngegantung kurang kenyang, lanjut lagi deh nonton band…..

Loncat lagi ke stage di tengah, Simpati stage, saat itu saatnya band “Young the Giant” perform, saya kurang ngikutin ini band, paling tahu cuman lagu “My Body” yang dibawakan di akhir penampilan, hadirin yang datang lumayan rame pada angguk angguk kepala dan beberapa joget joget. Habis itu, saya dan adnan duduk duduk dipinggiran sebentar, pegel banget ini kaki, pengennya sih manggil mbak-mbak SPG yang lewat buat mijitin, tapi sayang mereka tidak bawa minyak urut dan balsem ;p .

Young The Giant My Body

Pindah lagi ke Segarra stage, buat liat “G-Pluck Beatles”, sungguh tidak dinyana-nyana banyak banget yang nonton, untuk sekelas event JRL dan band yang mengcover lagu lawas The Beatles, G-pluck banyak banget yang nonton, dari awal lagu sampai akhir lagu nyaris semua penonton gak mau diam, pada sing aloongg terus terusan,” Ticket to ride, yesterday”dan buuanyak banget lagu yang dibawakan. Vokalisnya juga atraktif interaksi dengan penonton, bule-bule yang nonton juga keliatan seneng tuh, asli gak nyangka ini stage bakal penuh, yang bikin lucu, di sebelah ada teriakan “GOOOLLL” karena beberapa penonton nyambi nonton bola Indonesia vs Turkmenistan.

Gpluck yang tidak disangka rameeeee

Sambil nunggu The Cranberries main, kita duduk duduk di pinggir lagi sambil liat “Neon Trees”, dari penglihatan mata, paling banyak ABG cewek yang ada di barisan depan, pada teriak-teriak, vokalisnya juga bagus membangun komunikasi dengan crowd, sempet juga sang vokalis nyanyi lagunya “Justin Bieber-baby” , jangan-jangan dia Bieber Fever lagi. begitu panggung utama nyala lampunya, satu persatu penonton Neon Tress meninggalkan stage, lumayan tragis melihat kekosongan stage Neon Trees padahal tadinya “berisik”.

Sambil Berdesak-desakan, saya dan adnan maju ke stage “The Cranberries”, setelah lagu indonesia raya berkumandang, muncullah Tante Dolores dan rekan-rekan, membawakan “Analyze”, udah langsung histeris banget para hadirin sekalian yang datang. Memang mengagumkan Dolores and Friends di panggung, suaranya masih mengagumkan, padahal saya sempet nggak semangat mau nonton Cranberries, tapi kenyataanny…., saya ikutan histeris, lagu-lagu lama “animal Instinc, Linger, Ode to my family” bikin suasana makin berisik!, karena sing along semua, Tante Dolores yang memakai baju “agak dangdut” kalo saya bilang, nunjukin penampilan yang luar biasa, sambil joget “khasnya” (keknya ga bisa joget deh :p) menyapa crowd yang memnuhi stage, bahkan sempet pake “topi indian” waktu nyanyi lagu apa saya lupa..,…. ” I love you Jakartaa, mmuachh”  “you are wonderfull” yahh gombalan seperti itu sudah biasa dilontarkan artis-artis, tapi tetap saja pada histeris plus mewek-mewek.

Kata si Tante juga akhir tahun mau rilis album baru, terbukti dengan beberapa lagu baru di nyanyikan. Lalu muncullah lagu Salvation dan Zombie yang  bikin gempa lokal, pada terhipnotis semua sama permainan The Cranberries. Setelah banyak lagu di geber, The Cranberries pamitan, tapi panggung masih menyala, pastilahhh ini “ENCOREEE….”, sungguh lama sekali, kelamaan malahan, Dolores and Friends (karena dominan si dolores sihhh) untuk muncul kembali. Begitu muncul “Promises” bikin Gempa lokal yang lebih hebat, konon katanya gempa ini lebih kuat daripada 30 second to mars kemarennya, heboh lagi penonton pada loncat loncat. Baru sadar kenapa lama muncul, ternyata Dolores ganti baju yang lebih feminim, makin cantik aja si tante. Ditutup dengan lagu “Dreams”, overall saya Puasss nonton The Cranberries, kenapa gak puas banget? karena nontonnya kurang kedepan.

Cranberries meng-zombie-kan penonton

Begitu The Cranberries selesai, cepet cepet saya menuju TEBS stage, Buat nonton “Blood Red Shoes”, salah satu band yang bikin saya nonton JRL adalah band ini, pertama kenal lewat film Scott Pilgrim vs the World. Sambil Melawan arus crowd Cranberries yang pulang, saya berdesakan menghampiri Blood red shoes, lagu ” it’s getting boring” sudah terdengar dari jauh, begitu sampe di stage saya langsung kesengsem sama si Laura, cantiknya minta ampun malam itu, memakai mini dress. Band ini cuman terdiri dari 2 orang, Steven di drums, dan Laura di Guitar, tapi sound yang dihasilkan sudah cukup gahar tanpa bassist. Penonton yang datang  sudah kecapekan nonton Cranberries sepertinya, jadi agak kurang greget, si Laura juga agak “masam” mukanya, komunikasinya cuman “thank you, dan i love you” tapi tetep aja permainan berlanjut, “Light it up” bikin crowd dan saya teriak-teriak “laaiigghhtt…itttt…uuupppp” lumayan rame lah pokoknya, kemudian lagu ngebeat “heartsink” sudah bikin saya semangat lagi. Steve dengan ramahnya menyapa penonton, “Jakarta you are wonderfull” katanya, biasa gombal dikit. “it is happening again, You bring me down, Doesn’t matter much” meluncur, semua juga ikutan sing along dan berjoget ria, meski tidak serame Cranberries, tampak terlihat juga artis lala karmela ikutan nyanyi, “hmmm artis sinetron suka juga sama band beginian”. Paling banter penonton nyanyi pas lagu ” i wish i was someone better” wahht should i doooo… what should i doooo…. keren banget lah suasananya. Akhir performance ditutup dengan “Colours fade”… Untuk Blood Red Shoes saya puasss bangett ngett, karena udah dapet kesempetan nonton dari dekat dan liat Mbak Laura yang “cantik sekaliii”, next time bakalan saya tonton lagi dehh, katanya kalo album baru janji mau kembali ke jakarta lagi katanya.

Blood Red Shoes, Laura, Laura, laura dan laura…

Kelar Blood red Shoes, akhirnya saya dan Adnan pulang, walaupun sebenernya pengen nonton “Backalley” tapi kondisi badan, kaki dan mata sudah tidak mencukupi, udah pegel, ngantuk berat lagii. Setelah pengalaman Nonton JRL sehari itu, Next time saya mau nonton Seminggu pokoknya…

Padahal event nya cuman 3 hari….

Advertisements

2 thoughts on “Saturday Report : Java Rockinland Day 2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s