Friday night Report : The Trees and The Wild

Akhirnyaaa saya bisa nonton lagi band baru yang sangat saya suka

The Trees and The Wild

Pertama kali nonton dulu di tempat yang sama, di Auditorium imam bardjo undip, waktu itu acaranya anak sastra, dan kali ini acaranya anak arsitek, saya sangat antusias sekali untuk melihat band ini, karena mainnya pol-polan…

Saya sempatkan pulang awal dari kantor untuk bisa menonton TTATW, kalo saya gak nonton nih band bakalan kepikiran sampe akhir hayat…

Sampai di TKP bersama adik dan saudara saya masuk ke venue, ada Catchy band Jazz asal Semarang yang lagi main saat itu, dengan membawakan 3 lagu termasuk pergilah (selamat tinggal) membuat saya tetarik, pengen berdiri dan mendekat ke panggung, tapi semua orang duduk jadi ya ikutan duduk aja, daripada diliatin orang-orang dikira mau eksis…

TTATW akhirnya naik panggung, ini yang saya tunggu-tunggu, dengan opening yang sama, seperti di film koboi, satu-satu personel masuk, dari Andra muncul langsung mengambil gitar nya, Remedy yang memakai setelan flanel kotak2 seperti biasanya (apa bajunya kotak2 semua yaa?) dan Iga yang memakai kaos dan jean ,serta para additional, termasuk charita utamy… wahhh cantik sekali malam ituu, dia memakai baju putih, salah satu alasan menonton konser TTATW yang Full band adalah karena sang backing vokal yang aduhai (jadul sekali bahasanya).

Lagu pertama langsung dibawakan, “Our Roots” ternyata asik sekali lagu ini dijadikan lagu pembuka, irama gitar dengan sound keroncong sangat bagus dibawakan mereka, ditambah neng tamy yang nyinden, membuat saya kagum sekali.

Tanpa basa basi tiba tiba langsung muncul lagu “verdure” gitarnya iga meraung-raung di lagu ini, dibanding penampilan yang dulu, efek gitar dan permainannya meningkat lebih baik sekarang, suara Remedy yang kata orang mirip John Mayer, menghipnotis para cewe cewe termasuk adik saya yang bilang unyuuu (bahasa ini lagi)

Selesai lagu Verdure, muncullah intro “Berlin” dari Remedy, penonton langsung pada jerit -jerit, gak tau pada jerit-jerit karena lagu berlin dibawakan apa karena liat Remedy mainin gitarnya?. Lagu Berlin lagu favorit saya karena asik sekali petikan giitar yang dibawakan, dan ending yang Klimaks, saya sing along di lagu ini, vokalnya Tamy memngiringi Remedy sangat harmonis sekali, si andra dan personel satunya seperti biasa tukar-menukar alias barter alat gitar dan bass, saya masih belum tau kenapa sering2 tuker alat yahh, dan sampai di akhir lagu, semuanya pol polaannnn gila nih suaranya sempet memekakkan telinga, ending yang benar-benar klimaks, semua penonton tepuk tangan dengan antusias, nice job.

Kemudian jeda sebentar dan si Iga tampaknya senang sekali main di Semarang, karena penontonnya tambah banyak di banding dulu waktu pertama kali ke sini, Band TTATW memang sedang naik daun tahun ini

Lagu “Malino” pun terdengar, setelah lama dirasuki lagu yang kencang, saat ngadem dengan lagu yang tenang, meskipun di endingnya juga kenceng lagi :p, mari rasuk…mari rasuk… kata-kata itu seperti merasuki saya, permainan gitar iga, remedy dan andra mebuat saya  cukup terbius dengan penampilan mereka di atas panggung, penonton dibelakang saya, sejak lagu pertama masih menyanyi dengan semangat sekali, tampaknya fans berat ini, semua lagu apal, saia aja nggak apal semuanya, kecuali lagu Berlin.

Selesai Malino, sound sound aneh keluar dari atas panggung, tampaknya saya belum pernah dengar lagu ini, saya terus ikuti…., ternyata asik juga, lagu baru dari TTATW cukup unik lagunya, tidak monoton saya bilang, irama yang berbeda beda dalam satu lagu, agak-agak post rock kali yahh? saya suka bangetttt, riff – riff gitar si iga cukup mendominasi di lagu ini, cukup banyak distorsi di lagu ini berbeda di lagu-lagu yang pernah ada, mungkin karena si Iga ngefans sama Wolfmother kali ya jadinya lagu ini sangat ngerock, kelihatan si Iga berjalan jalan bergoyang seperti pemain gitar band metal yang bukan melayu total, si pemain perkusi juga semangat sekali menggeber alatnya pol polan, keringatnya menetes netes membanjiri snarenya, sambil menari nari dengan tubuh yang  gempal seperti kesurupan. saya sangat tidak sabar lagu ini dirilis.

Lagu baru kelar dimainkan, langsung digampar dengan “irish Girl” ,lagu yang bikin semangat ini sukses mengajak penonton sing along dan ikutan clapping bareng TTATW,  di tengah lagu para personel mengambil alat2 perkusi, si iga ambil kecrekan, apasih namanya??? dan Remedy mengajak penonton bertepuk tangan, semua bertepuk tangan termasuk saya. suara remedy yang ikutan meraung raung seperti gitarnya iga sangat menarik, terlihat mulutnya yang mangap mangap sambil merem melek matanya yang menunjukkan kalau totalitas dalam menyanyi. makin semangat sekali saya dalam nonton konser ini.

jeda lagu berikutnya si Remedy sempet salah ngomong, terima kasih makasar (kalo saya gak salah denger) padahal main di semarang, dengan gayanya yang malu-malu di atas panggung.

Lagu terakhir, yahhh cepat sekali, padahal masih banyak lagu yang dibawakan, “Derau dan Kesalahan” muncul ke permukaan, efek gitar Iga sangat keren sekali, saya jadi pengen punya efek gitarnya, dari intro lagu yang adem, lalu ke bagian tengah lagu yang makin kenceng, remedy berteriak -teriak “derau dan Kesalahan dan penat!!!”  penonton juga ikutan teriak-teriak, di bagian akhir tampak semua makin semangat, para personil makin keras menggeber alat masing-masing, si iga tau-tau naik ke atas amplifier, distorsi gitarnya muncul memekakkan telinga, suaranya Tamy makin membuat suasana panas, “menetap..menetap… di hatimuuuuu” semangat sekali lagu ini, di endingnya Iga “Jump” dari amplifirenya, Ggreeattt  enndiinggg, Grrrreaaaaattttt Sshoowww….

Sepertinya kalo TTATW main lagi saya gak bakal nglewatin shownya, benar benar keren, sayang banyak lagu yang belum dibawakan, seperti fight for the future yang bisa bikin penonton sing along, hari itu saya puasss sekalii bisa menonton hiburan yang memukau dari TTATW.

Taste Good

Sebagai pendengar musik, saya sangat suka mendengarkan musik-musik yang unik atau beda dari biasanya…

boleh dibilang dalam hal musik saya termasuk orang yang agak ‘cutting edge’ istilahnya jaman sekarang atau “indie’ istilah dari jaman purba.

Bukan berarti saya benci dengan aliran mainstream, dari awal suka musik saya kenal dan suka lagu-lagu dari aliran mainstream duluan seperti Sheila On7, padi, etc ,cuman jujur saja saat ini saya mengalami kejenuhan mendengarkan aliran mainstream dari Indonesia, ada yang gagap nyanyinya a..a..a..a..a aishi****(Tuuut sensor) ada juga yang nebel-nebelin bunyi “R” kalo nyanyi (haiah apalagi ini)  There are no colours at this moment…

Banyak warna saya dapatkan dari mendengarkan musik cutting edge yang kurang dikenal ke-eksistensinya di telinga orang-orang, bahkan sebenarnya beberapa band lagunya sangat “easy listening”.

saya coba share beberapa band/penyanyi yang saya dengar akhir-akhir ini baik yang cutting edge atau yang agak mainstream (tapi gak norak :p)…

1. Frau

dari jogja nih, hanya dengan piano dan vokal, Lani (nama asli frau) mampu membuat perasaan jadi hanyut, cobalah mendengarkan lagu “Mesin Penenun Hujan”, kemarin kemarin abis nonton livenya euy… five thumbs up (pinjem jempol tetangga)

2. Homogenic

Band electropop favorit saya dari Bandung, sekarang udah ganti Vokalis, dan alirannya lebih bright kalo saya bilang dibandingkan yang dulu, salah satu lagu yang bagus “Seringan Awan” (semua lagu bagus sih)

3. The Trees and The wild

Pertama kali liat konsernya saya langsung kepincut sama ini band, alirannya folk tapi ga folk banget ada mix dari kings of convenience dicampur vokal yang agak john mayer ditambah riff2 dari gitar electric yang powerfull di beberapa lagu, kalo udah denger coba deh liat livenya, asli keren banget. dengar lagu “Irish girl”, “Berlin” dan “our roots” yang ada keroncongnya.

4. Monkey to Millionaire

Juara festival LA lights indiefest dengan lagu yang keren-keren banget, ada yang bilang nih band weezernya indonesia, lagunya gampang dicerna, sangat-sangat bagus liriknya, dengar saja “Replika” pasti pengen nambah dengerin lagu MTM yang lain, asik semua lagunya.

5. Lipstik Lipsing

Band ini dari kota saya di Semarang, agak bingung mendeskripsikan alirannya, ada yang bilang shoegazer atau apalah, tapi bagus banget lagu-lagunya, “Suburban Love” and “Early Express”.

6. School food Punishment

Band favorit saya sepanjang masa, asalnya dari jepang, sekarang sudah masuk major label tapi masih asik lagu-lagunya, alirannya electro pop/rock, si Keyboardisnya (namanya hasuo) yang banyak memberi warna musik band ini, dulunya agak-agak jazzy alirannya, sekarang lebih sangat-sangat electronic. “You May Crawl”, “Butterfly Swimmer”, “Futuristic Imagination” dan banyak lagi lagu favorit saya.

7.1000Say

Band dari jepang ini cute banget kalo didengar, electropop/rock  dengan vokal yang cute, tapi tetap asik didengar, lagunya keren semua, “Canary”, “Lostman” dan “Holy rain”.

8.The Temper Trap

band ini memiliki vokalis dari Indonesia, barusan juga konser di Jakarta tapi saya gak sempet nonton huhuhuhuhu, lagu “Sweet Disposition” dipake jadi soundtrack 500 days of summer, dan iklan toyota yaris, dan jadi ringtone hape saya…

9. Metric

Barusan saja saya nemu band ini setelah liat film scott Pilgrim vs the world pas Clash Of demonhead nyanyi lagunya Metric yang judulnya “Blacksheep”, lagi suka lagu “Sick Muse”, “Black Sheep”, dan “Give me symphaty”.

10. The Whitest Boy alive

di Band ini ada personelnya Kings of convenince, lagu-lagunya bikin adem, musiknya nanggung nanggung gimana gitu, karena minim efek , tapi enaakkk banget, coba denger “Burning” yang sering dipake backsound di acara tv.

Masih banyak sih penyanyi/band yang saya dengar, itu diatas beberapa yang mungkin dapat diterima di telinga, dan bakalan langsung nyantel permanen gak lepas-lepas.

Hari Kambing

Yaa Idul Adha tibaa…
Hari yang ditunggu-tunggu, especially karena hari ini tanggal merah

LIBURRR….

lumayan saia bisa bersantai dirumah, menyalurkan hobi, main-main, dan makan sate kambing
semoga ada yang mau ngasih sate kambing…….

Makin Aneh

Makin aneh nih bahasa yang dipake orang -orang

Saia bingung, bingung, sangat sangat melebihi dari bingung

ketika saya mendapatkan SMS dari salah seorang teman wanita saia seperti ini :

……..skipped….
“Met malemm… unyuunyuu”

saia nangis, sedih, bingung, linglung, seakan lebih bodoh dari einstein (emang iya)…

karena saia gak tau apa artinya “unyuunyuuu”…

Saturday Night Report : Frau

Mendengarkan musik adalah hobi saya, apalagi melihat sebuah live music performance, untuk band2 atau pemusik yang saya suka, pasti saya sempatkan untuk datang melihatnya (tapi saya gak punya kesempatan nonton the temper trap…huhuhu)

Malem minggu kemarin saya tertarik mengunjungi cafe di daerah tembalang Undip, Gahwa cafe namanya, datang berempat bersama 1 orang teman, adik, dan saudara saya. Ternyata saya agak mengalami kerepotan mencari lokasi cafe itu, gak nyangka kalo tempatnya “nyelempit” diantara dua bukit… ehem… maksud saya diantara ruko dan perumahan disana.

Kita datang dengan tujuan melihat performnya Frau, Lipstik lipsing dan Oke Karaoke, saya sendiri sangat tertarik sama performnya Frau, salah satu solois berbakat yang saya suka dengarkan lagunya, semua lagunya sungguh mendamaikan hati, mencerahkan pikiran dan memurnikan jiwa. Setelah nyampe, kita bingung cari tempat duduk karena semua tempat duduk ditempatin semua, sempat kepikiran ngambil koran, menggelarnya dan duduk di lantai, namun sayang tidak ada koran disitu, akhirnya kita duduk di di pojokan sambil menikmati kopi dan coklat hangat.

Penampakan para hantu artis belum terlihat sejak kita datang, baru setelah lima belas menit munculah sosok yang cukup tinggi dengan rambut kriwil-kriwil, dengan fashion yang cukup anggun, Frau datang bersama kru-krunya, hadir juga Jimmy multazam, vokalisnya the upstair dan morfem.

Acara live music dimulai dari Lipstik lipsing duluan, cukup asik juga menikmati lagu early express dan suburban love versi akustik, walaupun mereka mangalami kendala teknis disitu, kasian keyboardisnya ribet sendiri karena pusakanya gak bisa nyala, lepas dari itu semua, keren performnya.

Kentang goreng yang saya makan sudah habis, dan seketika itu juga Frau akhirnya tampil, inilah yang saya tunggu-tunggu, walaupun siangnya saya sudah sempat liat performnya di sebuah SMA di Semarang, tapi kurang puas, berharap lebih banyak lagu yang dibawakannya.
Dimulai dengan pembukaan lagu yang saya nggak tahu judulnya apa, Frau dapat menarik perhatian khalayak ramai di cafe itu, bagus banget openingnya. kemudian lagu intensity (kalo gak salah) dibawakan, ini lagu kalo didengarkan lewat headphones bikin merinding dan nangis.
Mata saya selalu tertuju di jari jemari Frau yang memainkan Oskar keyboardnya, sungguh jari yang indah dalam memainkan piano, (Ya Allah berikanlah hamba jari berbakat seperti itu… amiin).
Mesin penenun hujan akhirnya dibawakan, alunannya sangat mendamaikan hati, vokalnya bening banget, diva-diva indonesia patut mempertimbangkan pesaing barunya, Frau akan datang mengobrak-abrik dunia musik indonesia, perfect banget ini lagu dibawakan pas agak gerimis2 di luar sana, pengen sekali bilang ke Frau, “lagunya diulangi lagi donk ampe 10 kali”.

Menyusul kemudian lagu Sepasang kekasih dimainkan, di performnya frau malam ini, lagu ini yang paling saya kagumi, enak banget bawaiinnya, seandainya saya di sebelah frau ikut main pianonya, atau disebelahnya sambil ngipasin frau, ato disebelahnya sambil megangin keyboardnya, pasti sungguh unforgettable.
Rat and Cat menjadi lagu selanjutnya disusul lagu Glow yang katanya jarang dibawain pas live, sungguh beruntungnya saya bisa melihat Glow dibawain malam itu, terakhir lagu favorit saya, I’m a sir meluncur, i dress up like a sir… vokalnya mantap pas bawain tuh lagu, sekali lagi saya terus mengamati jarinya yang lentik, lentur, gemulai, lincah, dan lancar dalam memainkan lagu . Puas rasanya malam itu liat performnya Frau, satu album digeber sukses sama si Lani (nama aslinya Frau), walaupun aura positif Frau agak terganggu dengan aura negatif pengunjung yang sedang nonton bola. pengennya Frau mainin lagu khusus buat saya dan dilihat oleh saya sendiri.

Mau balik ke tempat duduk, tapi tempat duduk didudukin gerombolan si berat, ada orang berat (baca gendut) duduk di situ bersama teman-temannya, akhirnya kita berdiri saja disebelah Frau dan Jimmi yang lagi menikmati hidangan kopi sambil foto foto sama penggemar dan berfoto dengan adik saya. Gak berapa lama OK karaoke muncul, udah lama gak liat salah satu band andalan Semarang ini main, ternyata mereka memiliki beberapa materi lagu baru dan belum dikasih judul, sempet nyerimpaet juga sang vokalis bawain lagu baru itu, menyusul kemudian Bermuda dan milky way dinyanyikan, bagus banget bawainnya, kalo saya bilang lebih bagus dari performnya liplip yang tadi, enak untuk dinikmati, rasanya pengen berlama-lama di situ sambil makan kentang goreng. Tapi karena waktu sudah malam, akhirnya saya pulang dengan perasaaan bahagia usai melihat perform Frau tadi, tapi tetap saja, pengen nambah…

Today’s Story

Hari ini diawali dengan bangun tidur yang sungguh tidak enak…
badan terasa sangat kedinginan,
takut banget nyentuh air, alhasil mandipun gak nyampe 5 menit langsung go kekantor…

sampe kantor kerjaan bejibuun, biasa awal bulan, kerjaan pasti numpuk
mana di dalam ruangan ac nya dingin lagi, habis diservis dingnnya mpe nusuk ke tulang
bener2 kedinginan saya di dalam ruangan, karena badan yang udah ga enak jadi tambah ga enak banget

Akhirnya saya pulang juga, ambil inisiatif daripada besok ga masuk kantor dan dicariin orang sekampung ehh sekantor gara2 kerjaan kagak selesai. Pulang dari kantor naik motor ditemani mp3 player merk sandisk sansa (promosi dikit) biar ga bosen di jalan, saya pun ngebut biar nyampe rumah sambil menggigil kedinginan.

Tiba tiba hape saya berbunyi, sweeeeeettttttt… ddiiiissss…poooo…ssiiii..tttiiioooonnnn
begitulah ringtone hape saya yang make lagunya the temper trap – sweet disposition ( tentu saja bajakan)
pas lagi ngangkat hape, tau tau ada bapak2 dateng…

sumpahh kaget banget saya, pikiran saya yang pertama muncul adalah bapak2 tersebut menginginkan harta benda yang saya bawa (sok kaya mode = on)
tapi bapak2 itu bilang “mas minta tolang donk anterin saya buat nyari toko ban, motor saya bocor bannya, tukang tambal bannya ga punya ban ganti”

Dalam hati saya mikir2 nih, takutnya diapa apain dijalan, dikasih duit, trus ditraktir makan gitu… (boong dink)
akhirnya setelah memastikan bahwa bapak itu tidak membawa senjata tajam, pisau, keris dsb, sayapun mencoba membantunya, sambil pasrah apapaun yang terjadi Tuhan sudah menghendaki
Padahal badan rasanya kedinginan, pengen cepat2 pulang
gak tau pikiran apa yang bikin saya mau nolong…

dan perjalanan muter2 pun dimulai, karena sudah maghrib banyak toko yang tutup
susah juga nyari ban di malam hari, muter sana muter sini, nanya2 orang
wah lumayan capek juga tuhh

dan akhirnya ban pun dapat ditemukan…
nemunya sampe masuk2 gang kampung lagi, gak nyangka beli ban di toko kelontong

si bapak pun sumringah kegirangan…
saya anter lagi deh bapaknya kembali ke dunia asal, maksudnya tempat semula
pas nyampe ditempat saya sempet denger si bapak bilang sama istrinya yang lagi nungguin, “bu ada uang 5000″? dalam hati saya bilang ‘wah mau dikasih 5000 nih”
tapi saya langsung aja pulang karena badan udah kedinginan dan hampir pingsan di jalan
si bapak sebenarnya mau ngajak makan makan, ntraktir gitu, tapi saya nolak karena ingin cepet2 pulang…

setela meninggalkan si bapak yang melambai lambaikan tangan dengan terharu dan menitikkan air mata (boong lagi ding :p) saya ngebut cepet2 sampe rumah

Di jalan saya merasakan sesuatu, hati rasanya legaaa banget bisa nolong tuh orang, dan ga habis pikir kenapa kok saya harus berhenti disitu untuk mengangkat telepon…

mungkin itu takdir kali, walaupun ringan sifatnya, alhamdulilah deh bapaknya bisa pulang ke rumah naek motor lagi sama istrinya.

anyway, sampe di rumah langsung deh kerokan sama si babe, yang perihnya minta ampun….
keknya yang dipake bukan koin deh tapi gunting…